Tips and Trick di Tokyo

Yup, ini dia beberapa tips and trick yang saya pelajari sebelum, selama, dan sesudah jalan-jalan di Tokyo, Jepang.

Free Wi-Fi

Ya, lebih gampang kalau sewa internet di bandara sih seharga JPY 1000-2000/hari. Tapi buat kamu yang kere kayak saya, don’t worry, soalnya Tokyo itu full of free wifi.

  1. Free wifi di stasiun metro, tapi harus registrasi dulu. Tenang, nggak perlu advanced registration, kok. Bisa langsung registrasi dan udah deh tinggal pakai.
  2. Free wifi FLETS. Hmm, ini mungkin semacam internet provider gitu kali ya di Jepang. Nah, untuk bisa konek ke sini kamu perlu ID dan password. Caranya ada dua nih, pertama kamu bisa ambil kartu yang ada ID dan passwordnya di beberapa tempat di Tokyo. Dimana? Cek di sini ya. Kedua, kamu bisa download aplikasi namanya NAVITIME for Japan Travel. Sehari sebelum kamu pergi ke Jepang, kamu bisa download aplikasi ini dan generate ID dan password kamu. Kalau sudah ada ID dan password, tinggal cari hotspot namanya 0000FLETS-PORTAL. Klik Wi-Fi –> Visitors –> English –> Check –> Login –> masukkan ID, password, dan e-mail kamu –> Login. Done! dan Gratis!
  3. Starbucks. Kalau di Korea atau (mungkin) Indonesia, kita bisa langsung register terus bisa langsung pakai. Tapi di Jepang, nggak bisa. Menurut saya rada aneh sih. Jadi kita bisa register, tapi sebelum bisa konek ke hotspotnya, kita harus cek email dan klik link yang dikirim oleh Starbucks. But, how the hell we can check our email when we don’t have the effing internet connection?? OK, jadi sebelum ke Jepang, kamu bisa nih register dulu di sini. Terus cek email, terus klik deh link yang dikirim.

Tokyo Shuttle Bus

IMG_2291Jadi banyak nih cara ke Tokyo dari Narita. Setelah cari-cari di internet, saya ketemu yang paling murah itu naik Tokyo Shuttle Bus. Baca di websitenya katanya kalau advanced reservation cuman JPY 900, tapi ditulis juga kalau advanced booking is not available (what??). Yah, mungkin kalau di halaman yang bahasa Jepang ada kali ya reservasinya. Karena saya (dan temen saya) nggak bisa bahasa Jepang, jadi ya kita nggak reserve. Nyampe di Narita tinggal pergi aja ke counter bus Keisei, tanpa reservasi bayar JPY 1000. But still it was the cheapest option we could find. Pas mau ke Narita dari Tokyo Station lah yang agak ribet. Soalnya kalau beli tiket offline bisa kehabisan tiket. Waktu itu saya bahkan nggak bisa reserve online soalnya tiketnya pada habis. Akhirnya diantar sama teman Jepang saya (tips: bertemanlah dengan orang Jepang … yang punya mobil, hahahah).

Doraemon only wants your money

IMG_2366Kayaknya apa-apa emang harus di book kalau di Jepang. Mau ke museum Fujiko F Fujio harus beli tiket online atau di Lawson (convenient store). Kita booking tiket 3 hari sebelum berangkat, itupun kehabisan tiket buat yang jam 12, akhirnya kita pesan yang jam 4. Tiketnya JPY 1000. Nah, lokasi museum ini kan rada jauh ya. Dari stasiun terdekatpun itu harus naik shuttle bus, or at least that what it says on the official website’s direction map. Tadinya kita pikir shuttle busnya gratis atau at least cuman kena transfer fee. Eh, ternyata kita harus bayar full fare!! Walaupun hanya JPY 200an, tetap aja ini yang buat saya berubah pandangan terhadap Doraemon. Kalau kamu ada sedikit waktu dan ingin berhemat, better to walk aja, mungkin 15 menit? Get a map!
Tambahan: Kalau kamu berangkat dari Tokyo naih metro, cari yang rapid aja biar cepat nyampenya (liat mapnya di stasiun, biasanya dibedain dengan warna)

Suica Card

Adalah kartu transportasi di Tokyo. Tadinya saya nggak mau beli kartu ini soalnya saya pikir saya bakal cuman bentar doang di Tokyo. Tapi setelah pertama kali mau beli one way ticket naik metro, ya ampun ribet parah. Jadi sistem ticketing di metro sini adalah kamu beli tiket seharga jauhnya kamu pergi. Misalkan fare dari stasiun A ke stasiun B adalah JPY 300, maka kamu harus beli tiket seharga JPY 300. Keliatannya sih gampang, but how the hell would you know the fare from station A to B? Nah, pertama ada beberapa mesin tiket yang bisa ngasi tau kamu harga dari stasiun A ke stasiun B, caranya tinggal ketik aja nama stasiun destinasi kamu, nanti dikasih tau deh berapa farenya. Tapi, ada beberapa mesin tiket juga yang nggak bisa kayak gini. Nah, cara kedua adalah ngeliat map gede biasanya ada di atas mesin tiket. Kamu beruntung kalau ada tulisan stasiunnya dalam bahasa Inggris, tapi kalau nggak ada??!!! Plus, metro di Tokyo is super complicated. Makanya saya memutuskan untuk beli Suica Card ini. Tinggal di isi ulang, terus tap aja. Nah, ternyata pakai Suica Card ini juga dapat diskon, lho. Yah, walaupun cuman seupil. Nah, kartu ini harganya JPY 500, tapi biasanya beli JPY 1000 (deposit JPY 500 + isi JPY 500), atau ada nominal lain, yang pasti depositnya JPY 500. Serunya lagi, kamu sebenarnya nggak beli kartu ini, tapi “minjam”. Jadi kamu bisa dapat uang deposit kamu JPY 500 kembali kalau kamu ngebalikin kartu Suica di kantor JR (ada di Narita Airport juga). Tips buat kamu, sebelum balikin kartu Suica, kalau misalkan masih ada isinya, mending habisin dulu. Kamu bisa pakai kartu Suica juga buat belanja di toko-toko yang menerima kartu Suica. Kenapa harus habisin? Jadi sebenarnya isi kartu Suica kamu juga di balikin sama deposit kamu, tapi dipotong JPY 200 dari isi kartu kamu. Misalkan kamu punya kartu Suica dengan isi JPY 1000, waktu kamu balikin kamu dapat deposit kamu JPY 500 + isi kartu kamu yaitu JPY 1000 –  JPY 200 = JPY 800, jadi total kamu dapat JPY 1300. Misalkan isi kartu kamu hanya JPY 150, kamu bakal dapat deposit kamu JPY 500 + isi kartu kamu yaitu JPY 150 – JPY 200 = JPY 0 (sebenarnya -JPY50, tapi di anggap JPY 0), total kamu dapat JPY 500. Deposit JPY 500 itu lumayan lho buat makan di McDonald.

Hyperdia.com

Yes, Tokyo is effing expensive. Terutama transportasinya. Metro di Tokyo itu ada macam-macam. Ada Tokyo Metro, Toei Metro, JR, gitu-gitu lah. Nah, kadang kalau mau transfer ke line dengan jenis metro yang beda, itu harus bayar full fare, bukan transfer fare. And it is really pain in the ass. Jangan khawatir, buat kamu yang pengen hemat, bisa liat aja di hyperdia.com. Nah disini kamu bisa cari tau cara pergi ke stasiun tertentu dengan harga yang paling murah (diantara yang paling mahal). Kalau nggak terlalu jauh, mending jalan.

Tokyo Metropolitan Government Building

Yah, kalau liat landscape kota Tokyo dari menara mana gitu kan harus bayar mahal kan ya. Nah, walaupun saya gagal kesana karena tutup, teman saya bilang kalau bisa ngeliat landscape kota tokyo dari observatory di Tokyo Metropolitan Government Building. Gratis! Cara kesananya di google ya :).

Bring CASH!

Exchange rate di money changer is INSANE. Jadi, bawa duit cash ya sebelum kesini. Kalau kehabisan duit mending pakai kartu buat bayar apa-apa atau tarik tunai dari ATM.

Capsule

IMG_2345You’ve got to try this, Capsule hotel gitu, sangat Jepang lah pokoknya. Sebenarnya nggak mirip kapsul juga bentuknya, tapi kayak kotak, serasa kayak peti mati. Tapi dengan harga yang lumayan, tempatnya bersih, kok. Nah, kalau punya saya adalah 1980 Yen Capsule Hotel, 10 menit jalan dari Iriya Station.

Udon with the view of Mt. Fuji

IMG_2519Kalau kalian sempat jalan-jalan ngeliat Mt. Fuji, stop by di stasiun Kawaguchi-ko dan makan Udonnya yah. Recommended dan ada staf yang bisa bahasa Indonesian sedikit.

Colokan

Colokannya beda lho sama yang di Indonesia. Jadi google dulu ya colokannya gimana.

Lastly, be friend lah with orang Jepang. Soalnya mungkin mereka bisa bantu reserve apa-apa. Jadi bisa lebih murah dan nggak kehabisan tiket. Segini dulu ya, kalau ada lagi saya tambah.

_lucky77_

Iklan

3 pemikiran pada “Tips and Trick di Tokyo

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s