Menanti Matahari Bagan

Berawal dari sebuah foto yang saya lihat di internet. Bagan menjadi tujuan utama saya ke Myanmar. Naik bis malam sampai di Nyaung-U, sebuah desa “gerbang” menuju Bagan. Tentu saja para “zombie” sudah mulai bertebaran di luar bis. Mata masih setengah kebuka, belum book kamar, untung aja saya ketemu seorang di kedai kopi yang berbaik hati menemani saya sampai pagi tiba.

Bagan, kalian bisa saja dapat informasi banyak tentang desa kecil yang mempunyai lebih dari 4000 candi yang tersebar dimana-mana. Tapi ada satu hal yang sangat berkesan dalam kunjungan saya ke Bagan ini. Sesuatu yang ngebuat semua perjalanan ini kayaknya sangat berarti, worth it lah kalau bahasa Inggrisnya. Semua capek, pikiran, beban, kayaknya semuanya lepas aja gitu. Apa sih? hahahah. Sunrise di Bagan.
SAM_5248

Saya sudah janjian sama saudarinya yang punya guesthouse buat bangun subuh-subuh dan nyewa sepeda yang sehari cuman sekitar USD 1,5. Dan dari Nyaung-U saya mengayuh sepeda yang nggak ada lampunya di gelapnya subuh untuk pergi ke Shwesandaw Pagoda di Old Bagan yang jaraknya sekitar 5-6 KM, untuk menyaksikan matahari terbit. Seram parah, saya nggak kebayang gimana kalau di tengah jalan yang sepi banget ini saya di cegat terus di perkosa … eh di rampok terus di bunuh T.T. Walau sudah sampai gerbang Tharabar yang letaknya di “pusat” kota Bagan Tua, tetap saja sepi sekali. Belum lagi harus melewati tanah pasir yang di beberapa bagian jalan nggak bisa di lewati sepeda soalnya pasir banget, jadi harus dorong sepeda. Dan FYI, saya harus mendorong sepeda sambil pegang senter hape saking gelapnya. Terus suara gonggongan anjing pun dimana-mana. Walaupun eventually saya sampai di Shwesandaw Pagoda, menurut saya perjalanan yang saya lalui sangatlah mengerikan.
SAM_5312

Nggak ada sepeda lain selain sepeda saya yang parkir di depan pagoda. Walaupun sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu dibawah, mereka adalah gerombolan turis elit yang naik bis private kemana-mana. Walaupun lantai masih dingin banget, saya sudah naik ke atas buat ambil tempat. Trust me, pemandangan langit subuh-subuh sebelum matahari nongol itu adalah surga mata.
SAM_5167

Sunrisenya keren banget, ngasih liat kabut di antara pagoda-pagoda kecil yang tersebar di tanah Bagan. Beberapa menit yang menurut saya seperti air segar masuk ke tenggorokan yang kering. Beberapa menit yang membuat saya sadar kalau travel itu benar-benar passion saya. Beberapa menit yang buat saya nggak pernah nyesal menghabiskan semua tabungan saya buat perjalanan ini, nggak nyesal bangun pagi dan melewati jalan yang super seram, dan nggak nyesal kalau untuk melihat sekali matahari terbit ini saya bela-belain pergi sendiri.
SAM_5293SAM_5268

Matahari terbit di Bagan itu juga dihiasi sama balon udara, lho. Keren banget waktu difoto. Bahkan ada beberapa balon udara yang lewat tepat di atas pagoda tempat saya nongkrong buat ngeliat matahari terbit. Tentu saja yang diatas dan dibawah pada dadah-dadahan. Rasanya pengen gw tembak jatoh tuh balon, just because I could not afford one. Tertarik? Pergi dah mumpung masih sepi pendatang ^^.
SAM_5303_lucky77_

 

Iklan

8 pemikiran pada “Menanti Matahari Bagan

  1. Hahaha… suka banget dengan tulisan “…Tentu saja yang diatas dan dibawah pada dadah-dadahan. Rasanya pengen gw tembak jatoh tuh balon, just because I could not afford one…”
    One day, bisa jadi yang di balon kan…

  2. Helo..
    Nanya dong soal Bagan.
    Mw kesana nih. Itu ada balon udara memangnya perginya kapan?. Saya cek di internet baru tau klo balon udara cuma ada dari okt-maret.
    Duh nyesel bgt baru tau.

    • Hai pertama2 saya bukan mba mba hahahha … Kalo nggak salah namanya terminal 11. Saya jg kurang ingat, naik taksi bayar aja 1000 duit sana. Tanya informasi bandara, blg mau ke kota naik bis, pasti mereka bantuin 🙂

    • Hi, sorry baru bales~ keluar bandara naik taksi, nah kemananya coba tanya sama petugas airport, naik taksinya cuman ke halte bus aja, abis itu naik bus ke kota 🙂 paling abis 2 dolar

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s