It’s [NOT] More Fun In The Philippines

Postingan kali ini adalah tentang kejadian-kejadian bad luck, penuh amarah, kekesalan, kekecewaan, dan lain sebagainya yang terjadi di Filipina. I don’t know why, but I think Filipina doesn’t welcome me :/.

Saya dan teman saya sampai di Cebu dari Singapura jam 4 pagi. Dari bandara kita naik taksi menuju ke South Bus Terminal buat meluncur ke Oslob buat berenang (atau ngapung lebih tepatnya) bareng whalehark. Serem ya namanya whaleshark. Tapi pas saya tanya ini ikan sebenarnya hiu atau paus, eh ibu-ibunya bilang bukan hiu bukan paus tapi hiupaus (whaleshark), apa sih. Anyway, yang saya benci adalah kebodohan saya untuk mengikuti tipuan sang kernet bus. Man, I have read this on blog!!! Cuman ada satu tempat yang official di Oslob buat berenang bareng whaleshark ini dan saya ingat tanda palang tempat ini. Adapun palang-palang lain yang juga menawarkan jasa ini, tapi sebenarnya mereka hanyalah menawarkan tempat buat mandi, taruh barang, dan antar ke tempat yang official tadi dengan biaya “tersembunyi”. F*CK YOU! Yup, that was only inside my head. Yah, salah saya juga sih kenapa menolak keinginan hati untuk not to get inside.

Bingung ya saya cerita apa dari tadi? OK, jadi bis dari Cebu City ini nyetopin kita berdua di sebuah resort yang menawarkan jasa “berenang bareng whaleshark“. Jarak resort ini cuman beberapa langkah dari tempat yang official. Entah kenapa, mungkin karena saya juga bimbang ini tempat benar apa nggak jadi saya dan teman saya masuk aja kesitu. Pertama-tama sih ngeliat harga yang di kasi liat lewat kartu gitu memang harganya sama kayak yang di internet yaitu PHP 1000 buat orang asing. Eh, ternyata di slip receitnya terdapat tambahan servis sebesar PHP 100. Yah, nggak papa lah toh PHP 100 doang. Yang buat saya kesel adalah ternyata yang official itu lebih bagus tempatnya. Kita diantar naik perahu dari resort itu yang mungkin cuman beberapa ayuh dayungan dari resort ke tempat officialnya dan kita di liatin dong sama orang-orang lain yang dengan suksesnya daftar di tempat yang official. But yeah, ngapung bareng whaleshark was … AWESOME!!!
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seharusnya para pengemudi tricycle tau ciri-ciri antara traveler gelandangan kayak kita dan yang berdompet tebal. Plis deh, stop giving us hard time! Tawar menawar tricycle itu bikin nyebelin. Jadi dari Oslob, kita lanjut naik bis ke Moalboal, sebelah barat pulau Cebu. Baru menginjakan kaki turun dari bis, udah di gerombongin om om tricycle. Nanya mau kemana, udah book kamar apa belom, besok mo kemana. Semuanya dalam satu tarikan nafas and surprise, they spoke in Tagalog. Hahaha, we don’t speak Tagalog. I can hear the sound of light bulb just turned on … Oh OK, so the price just went up. Kita sudah buat kesepakatan PHP 100 (dari sekitar PHP 200) untuk diantar ke guesthouse kita di daerah pantai Panagsama. I was really shocked, kita sudah naik udah taroh tas di tricycle dan om sudah ngegas nih, eh tiba-tiba dia bilang: “OK PHP 150”. WTFFFFFFFFFFF!! Again, only inside my head. “No, sir please stop” Saya sampai bilang ini beberapa kali. NYEBELIN! Akhirnya kita sepakat lagi PHP 100. Untung aja kita sudah book kamar, kalo nggak mereka pasti bawa kita kemana-mana. Tips nih buat kalian, it’s best to book your room before going. Pas check out dari guesthouse dan mau ke terminal kita udah nanya duluan sama yang punya guesthouse berapa kira-kira biaya tricycle kesana. Pas tawar menawar malah si om marah-marah. Ya udah kita tinggal aja, eh malah dia yang ngejar-ngejar. Yang lucu adalah waktu kita baru sampai di El Nido Bus Terminal subuh jam 4 pagi lah. Jalan masih gelap dan kita rencananya sih mau taroh tas kita di guesthouse terus jalan-jalan bentar sampai jam check in. Saya sih emang baca kalau guesthouse kita nggak jauh dari terminal. Tapi waktu itu masih gelap dan saya nggak tau ke arah mana. Akhirnya kita putuskan untuk naik tricycle. Tadiya dia minta PHP 50, tapi kita tawar PHP 20 gitu. Nggak mau dia, malah minta PHP 40. Fine lah, PHP 40 itu sekitar USD 1 jadi ya nggak papa lah. Baru aja duduk bentar, cuman (literally) beberapa detik, kita udah sampai di depan guesthouse. WTFFFFFFFFF!!!
DSC_0339

Saya itu kalau jalan-jalan sebenarnya paling hati-hati, lho. Baru di Filipina ini saya kehilangan kaca-mata hitam saya yang baru aja saya beli 2 hari yang lalu. Hape saya dan kamera kerendam sama air laut. Jaket teman saya juga hilang entah kemana. Luka saya udah kayak koleksi, di setiap pulau yang kita singgahi pasti muncul satu. Oh Filipina, why do you hate me so much?
DSC_0481

Selama ini saya pikir kalau subwaynya Seoul lah yang paling parah kalau rush hour. Then I rode Manila’s subway. OMG, ini rasanya neraka. Yakin deh, sekali naik, kalian nggak bakal mau turun, dan bukan karena alasan yang baik. Kejadian lucu adalah ketika saya dan teman saya naik subway dari guesthouse kita. Karena berpikiran kalau gerbong yang paling depan bakal sedikit rada kosong, kita antrilah di gerbong paling depan. Pas kita masuk kereta tiba-tiba ini tante-tante malah teriak-teriak ke kita. Saya pikir karena tadi saya atau teman saya nyenggol dia atau apa. Ya nggak ngertilah kita dia pake bahasa Tagalog. Beberapa menit kemudian baru kita sadar satu hal. There is no single young man here. OMG, ternyata ini adalah gerbong khusus perempuan dan orang tua. Ya ampun Manilaaaa, tempel kek tandanya di gerbong kayak di di busway di Jakarta itu lho. MALU parah! Akhirnya kita turun di stasiun yang bukan tujuan kita, hanya untuk ganti gerbong.

Denger-denger kayak di Indonesia, di Filipina juga harus bayar pajak bandara di bandara (bukan termasuk di tiket pesawat yang kita beli) jadi saya sudah masukkan ke budget list kita (Yes, I made the budget list). Terus pas di Mactan International Airport di Cebu mau terbang ke Manila, eh ternyata pajak bandaranya sudah termasuk di tiket pesawat. Yayyyy!! Terus dari Manila ke Puerto Princesa juga nggak perlu bayar. Yayyyy!! Akhirnya kita putuskan untuk menghambur-hamburkan uang budget yang tadi, makanpun jadi 4 kali sehari (OK that is a lie). Eh, ternyata pas mau ke Manila dari Puerto Princesa kita harus bayar pajak PHP 100. OK lah, cuman PHP 100 doang. Terus pas di Manila mau ke Kuala Lumpur, oh hancur hatiku banget lah. PHP 550 dong! Mana budget yang sudah kita siapin udah habis kita hambur-hamburin. Sigh.
DSC_0307

Yang ngebuat amarah saya bergejolak (ceileh) adalah waktu nginap di guesthouse di El Nido. Nama guesthouse ini adalah El Nido Viewdeck. Bagus sih, pemandangannya keren, ruangannya bersih dan deket pula sama terminal bis. Jadi saya dan teman saya datang subuh-subuh nih dan kita seharusnya check in jam 12 siang. Jadi kita sih niatnya mau taroh tas aja terus jalan-jalan bentar atau nunggu di lobby aja. Pas kita datang, saya sudah bilang sama penjaganya, yang by the way masih ngantuk sepertinya, kalau kita nggak mau check in. Ternyata kita malah diantar ke kamar AC, yang sebenarnya kita cuman pesan yang fan. Kita di bukain pintu terus di kasih kunci terus di tinggal ama dia. Ya ampun, baik banget sih, the best service EVER!! Or at least that was what I thought sampai jam 8 ketika kita sudah segar dan pengen book tour di lobi. Yang tadi subuh itu adalah cuman penjaganya aja, sekarang kita bicara dengan yang punya guesthouse. Kita harus bayar ekstra 1 malam walaupun dengan discounted price. WTFFFFFFFFFFF!! He (the receptionist) should have told us that we had to pay for this, if he had told us we would have just dropped our bag and walked around just like our plan. He DID NOT say any single thing about this. Kita merasa ditipu. Kita sudah bersikeras kalau kita nggak mau bayar karena kita yakin ini bukan kesalahan kita. Tapi dia tetap minta bayaran atau kita keluar dari guesthouse. I hate him. We finally paid.
DSC_0481

Saya sadar kok. Beberapa orang memang dipaksa untuk menjadi “pintar” untuk mencari uang untuk kehidupan mereka dan keluarga mereka. Tapi kalau mereka punya alasan untuk melakukan hal-hal tadi, saya juga tentu saja punya alasan untuk marah dan membenci mereka. However, to be fair, we did have a LOT of FUN in the Philippines. I think in some way it was the highlight of our trip.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

_lucky77_

PS: semua foto berasal dari kamera teman saya, walaupun yang ngambil foto mungkin orang-orang yang nggak punya kamera.

Iklan

6 pemikiran pada “It’s [NOT] More Fun In The Philippines

  1. Ping balik: Jalan-Jalan Moto-Moto

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s