Nongkrong di Kabin di Oslo

Dari Amsterdam saya terbang ke Oslo, ibukota Norwegia. Tujuan utama saya adalah untuk mengunjungi teman saya yang ketemu di Korea. Namanya Felicia. Kita dulu satu kelas di Chungnam National University Language Center, sama-sama ambil kelas bahasa Korea.

Saya sampai di bandara Gardermoen tengah malam, dan harus mengambil kereta ke stasiun Oslo S. Ternyata mereka menggunakan mata uang mereka sendiri, bukan euro, yaitu Norwegian Krone. Saya saja kaget, emang karena kurang research, sih. Untung aja mesinnya nerima kartu saya, dan untungnya lagi ada tiket buat pelajar. Sampai di Oslo S, saya ketemu Felicia. Sayangnya kita nggak bisa naik bus untuk pulang ke rumah Felicia karena busnya penuh orang dan Felicia membawa sepeda untuk ke Oslo S. Jadinya kita jalan kaki dari Oslo S ke rumah. Nggak terlalu jauh sih, tapi Felicia cerita kalau bahaya bagi perempuan jalan sendiri tengah malam. Bukan karena pencopetan tapi karena kasus pemerkosaan. Bisa di ambil bahwa orang-orang Oslo itu bukan kekurangan uang, tapi kekurangan perempuan sepertinya. Hahah.

Walaupun Oslo itu ibukota Norwegia, tapi kotanya kecil banget. Nggak terlalu banyak hal-hal yang menarik (at least untuk saya) yang bisa dikunjungi. Felicia sih antar saya keliling kayak ke Opera House, Vigelandsparken, Munch Museum, dan lain sebagainya. Karena tempat-tempat itu semua bisa di datangi dalam sehari, akhirnya saya ngikut Felicia ke kabin punya keluarga dia di sebuah pulau dekat Oslo!

Dimulai dari naik bus ke sebuah pelabuhan penuh dengan kapal-kapal pribadi. Bapaknya Felicia punya speed boat kecil pribadi. Kata Felicia sih banyak orang Norwegia yang punya speed boat macam kayak ginian. Setiap musim panas mereka banyak ke kabin buat nyantai dan ngabisin waktu bareng keluarga. Perjalanan ke pulau dari pelabuhan sekitar 20 menit. Dari laut banyak keliatan kok kabin-kabin orang yang lain. Anak-anak pada lompat ke laut buat berenang dan yang tua-tua pada barbeque.

Sampai di pulau saya rada malu sih, soalnya badan saya pendek dan adiknya Felicia walaupun masih SD sudah berbadan hampir kayak saya, walaupun dia rada kurus. Kabinnya lumayan keren di pinggir pulau. Bisa jemuran, mancing, mandian, barbequan, banyak deh pokoknya.

Saya pun mulai aktifitas saya dengan keliling pulau bareng Felicia sama adik kecil Felicia yang lucu banget. Di pulaunya sendiri sih nggak terlalu banyak yang bisa diliat. Tapi suasananya damai banget, hijau, terus dekat pantai. Balik ke kabin, karena rada bosan, saya coba buat jemuran, walaupun sebenarnya saya udah hitam, hahah. Mancing pun nggak dapat ikan, yang ada sampah sama rumput laut doang. Paling seru waktu barbequan, karena pas waktu itulah saya bisa ngobrol sama keluarga Felicia. Saya rada canggung, tapi mereka malah nyantai aja. Tips: jangan pernah bilang kalau di Indonesia ada orang yang makan anjing. Orang Eropa sudah menganggap anjing itu bukan sebagai hewan peliharaan tapi sudah menjadi keluarga. Highlight saya di Oslo adalah di kabin ini. Serasa jadi orang Norwegia beneran!
20130726_124217 20130726_133939 20130726_134240 20130726_170536 20130726_185149 20130726_190140 1374876005561 1374876029890 1374825019759

_lucky77_

Iklan

4 pemikiran pada “Nongkrong di Kabin di Oslo

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s