Peta + Jalan Kaki di Roma Bagian 1

Roma oh Roma. Jujur ini adalah salah satu highlight dari perjalanan Eropa saya. Saya nggak bakal ngelupain Roma. Bukan cuman karena kotanya di hiasi dengan keindahan dimana-mana, tapi selama saya disana saya mendapatkan banyak pengalaman berbeda dan teman-teman baru. Press your down button and keep reading!

Gimana nggak seru, baru beberapa menit sampai di guesthouse saya sudah punya teman baru. Seorang Italia dari kota di bagian selatan. Dia bakal ngambil tes masuk di salah satu universitas di Roma buat melanjutkan pendidikannya. Dari awal saya sudah tau kalau kita bakal have fun to the max!

Kalian harus tau bahwa beberapa negara di Eropa itu nggak punya sistem pembayaran transportasi yang aman. Orang-orang bisa aja naik ke dalam bis atau metro tanpa beli tiket. Sesekali petugas akan mengecek tiket dan itu bakal jadi hari buruk buat para free rider. Believe me, I always rode those transportation with ticket in my hand, tapi nggak sama sekali waktu barang nih teman Italia. Dia bilang kalau tiba-tiba petugas razia, “just say you cant speak Italian”. Yeah … Lame. Nope, that was not the best part, mate.

Malam hari itu saya di ajak bertemu dengan satu temannya lagi dan kita bertiga ke sebuah bar. Bayangin dong, bar ini sangat lokal, nggak ada satu orangpun yang bukan orang Italia selain saya. Ini yang saya suka. Pergi ke tempat orang lokal hang out dan ngerasain jadi orang lokal walaupun cuman satu malam. Wait. Who said that was the best part? We even did some illegal stuff if you know what I mean ;). Now let me tell you the best part. The city.

Pagi-paginya saya ambil peta kota roma. Believe it or not, saya sudah terpukau walau baru cuman ngeliat petanya aja. Cih, dont buy the transportation ticket, dont take that hop on and off bus. The best part adalah the point of interests di Roma itu saling dekat-dekatan. Pegang peta, jalan dan explore! Jadilah seseorang yang seperti sedang mencari harta karun. Dora, that’s what you should be! Saya mulai perjalanan dari stasiun kereta Termini soalnya guesthouse saya dekat situ. Minum kopi bareng Franco because you know … the hangover. Dia pergi ambil test (can u believe it?) dan saya mulai perjalanan saya kayak seorang hobit.
SAM_3205

Piazza de Republican, sebuah square besar dekat stasiun termini. Dan layaknya sebuah piazza, disini terdapat patung-patung dan monumen. Hmm it was ok, tapi gereja … tepat di depan piazza ini. Di sinilah saya mulai jatuh cinta sama Roma. Saya bukan seorang Katolik tapi jujur saya hampir nangis melihat interior gereja ini. Yang lebih memaksa air mata saya biar keluar adalah lagu lagu gospel yang diputar di dalam gereja. Oh man, convert me already!! Just kidding. Gereja inilah yang membuat langkah saya semakin cepat dan mata saya semakin menatap. Hanya beberapa puluh meter saya sudah menemukan sebuah piazza lain. Gedungnya penuh dengan ukiran. Saya bisa diam disitu beberapa jam cuman buat menikmati keindahan eksterior gedung tersebut. Tapi ya saya nggak bener-bener diam disitu beberapa jam sih. I know there are a lot of great things are waiting for me out there.
SAM_3194

Tujuan pertama saya adalah pengen ngelempar koin di Fontana di Trevi yang terkenal itu, lho. Sambil ngeliat peta, saya lewatin jalur yang punya gambar-gambar menarik. Lewatlah saya di perempatan yang masing-masing sudut terdapat air mancur. Empat air mancur ini namanya Quattro Fontana.  Dekat air pancur ini terdapat gereja lagi dan nggak kalah keren dari gereja pertama yang ngebuat saya hampir pindah agama. Turun sebentar, sampai di sebuah piazza. Entah kenapa piazza yang satu ini banyak polisinya dan banyak orang nengger disitu. Saya tanya orang sih katanya bakal ada politisi yang bakal datang gitu. Well, not my business.
SAM_3214 SAM_3218 SAM_3219 SAM_3223 SAM_3230

Beberapa meter kemudian, sampailah saya di Fontana di Trevi yang di selimuti sama turis-turis. Yup, it was quite impossible to take clean picture without people in Fontana di Trevi. Takjub. Fontana di Trevi yang selama ini cuman saya liat di TV doang sekarang ada di depan mata saya. Fontana di Trevi itu lumayan gede daripada yang saya bayangkan. Airnya juga wana biru-hijau gitu, jernih. Saya nggak bakal heran kalau ada orang yang duduk di depan Fontana di Trevi ini berjam-jam cuman buat ngeliat air mancur ini. Sayapun ikut nongkrong di depan Fontana di Trevi sambil makan gelato yang baru di beli di toko sebelah.
SAM_3251 SAM_3259 SAM_3249 SAM_3253 SAM_3261 SAM_3244

Bersambung.

_lucky77_

Iklan

Satu pemikiran pada “Peta + Jalan Kaki di Roma Bagian 1

  1. Ping balik: The Dark Side or The Wonderland? | Jalan-Jalan Moto-Moto

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s