Keliling Phnom Penh Seharian Naik Tuk-Tuk

Tau tuk-tuk kan? Tuk-tuk itu kereta yang ditarik pakai motor. Biasanya ada di negara-negara Asia Tenggara. Satu tuk-tuk bisa muat 4 orang dan biayanya tergantung kesepakatan dengan pengemudi tuk-tuknya.

Pertama kali saya menginjakkan kaki di Phnom Penh adalah malam hari sekitar jam 8. Waktu itu saya naik Bus Mekong Express dari Ho Chi Minh City. Hal pertama yang saya lakukan ketika turun dari bus adalah: mencari tuk-tuk. Yup, walaupun Phnom Penh adalah ibu kota negara Kamboja, ternyata nggak ada transportasi umum. Adanya ya ojek dan tuk-tuk. Layaknya di negara-negara Asia Tenggara pada umumnya, kita nggak boleh “di tipu” sama tukang tuk-tuk soal biaya. Jadi, sebelum saya turun dari bus, saya sudah nanya sama mba yang di bus berapa kira-kira biaya tuk-tuk dari bus stop sampai hotel saya.

Saya baca sih kalau di Phnom Penh lebih baik kalau nyewa tuk-tuk buat seharian. Saya pun akhirnya nego nih ama lele tuk-tuk yang ngantar saya ke guesthouse malam itu. Keluarlah jurus nih lele tuk-tuk, dia bilang biasanya kalau orang lain harus bayar USD 30 (yup, di Kamboja pake dolar selain pake mata uang mereka sendiri yaitu Riel Kamboja) buat seharian, kalau saya cuman dikasih USD 25. Tapi, saya sudah browsing sebelumnya dan biasanya cuman USD 12 – 20 tuh, akhirnya setelah tangkis-menangkis, saya booked satu tuk-tuk untuk jalan-jalan keliling Phnom Penh dengan biaya USD 15, cha-ching!
So, kemana aja sih di Phnom Penh?

1. Toul Sleng Genocide Museum
Well, tujuan utama saya sih sebenarnya pengen ngeliat killing field yang terkenal itu, lho. Jujur, saya sangat buta sama sejarah Kamboja dan sebelum ke sini saya nggak tau sama sekali tentang kekejaman Khmer Merah ini. Lele tuk-tuk saya akhirnya ngebawa saya ke Toul Sleng Genocide Museum ini sebelum ke Killing Field. Toul Sleng ini adalah sebuah sekolah yang di jadiin tempat penyiksaan oleh Khmer Merah ini. Pemimpin mereka itu sangat paranoid sehingga orang-orang tidak bersalah pun di anggap mata-mata, di introgasi, di siksa, kemudian di bunuh. Saya menyewa seorang guide buat cerita tentang tempat ini. Dan ternyata keluarga guide saya pun menjadi korban Khmer Merah ini. Di sekolah ini kan banyak terdapat ruang-ruang. Ruang-ruang ini kemudian di jadikan tempat penjara yang ukurannya sangat kecil. Dan katanya, dari sini banyak orang-orang yang digiring ke Killing Field buat di habisi nyawanya. Ugh!

Tiket masuk: USD 2 + Guide: USD 6.
SAM_1381SAM_1377

2. Rifle Experience
Menurut saya ini adalah tourist trap! Lele tuk-tuk saya berhasil menggiur saya dengan ajakan pengalaman nembak pake rifle beneran. Saya sih emang pengen yang begituan dan saya pun tergoda karena lele tuk-tuk bilang banyak yang kesana dan harganya juga terjangkau. Ternyata oh ternyata yang paling murah adalah USD 30 dengan peluru yang paling sedikit. Tempatnya adalah di perjalanan menuju Killing Fields. Dan saya juga ditawarin nembak kelapa dari pada target yang bulat-bulat itu, lho. Begonya, saya iya-iya aja. Saya akui sih pengelamannya lumayan seru juga soalnya itu adalah pengalaman pertama saya nembak pake senjata beneran. Kalo nembak cicak mah saya udah sering, hehehe.

Rifle 30 bullets: USD 40 + 5 Kelapa: USD 5.
SAM_1388

3. Choeung Ek (The Killing Fields)
What a depressing experience! Sangat sedih lah kalau kesini. Tapi benar sih, tempat ini memang wajib di kunjungi kalau ke Phnom Penh. Jadi ini adalah tempat dimana Khmer Merah membunuh secara masal orang-orang yang di anggap musuh atau mata-mata. Enaknya, terdapat audio guide yang satu paket sama tiket masuk, jadi sambil jalan bisa menikmati cerita tentang tempat-tempat itu. Tinggal tekan nomor yang sesuai dengan nomor yang tertera di spot-spot tertentu. Pertama masuk yang terlihat adalah sebuat tugu yang didalamnya terdapat tengkorak-tengkorak korban dan baju-baju mereka. Ceritanya, Khmer Merah ini sangat minim duitnya, jadi mereka membunuh orang-orang dengan alat-alat yang ada di sekitar mereka, seperti batang pohon yang tajam, batu, dsb. Bahkan ada juga tempat khusus buat membunuh bayi. Salah satu motto mereka adalah untuk membunuh musuh sampai ke akar-akarnya. Bayi-bayi ini dibunuh dengan cara di hempaskan kepala mereka di batang pohon. Seram!!

Tiket masuk + Audio Guide: USD 5.
SAM_1391SAM_1394
SAM_1401

4. Wat Phnom
Sebuah kuil Buddha yang terletak di sebuah bukit. Nothing special sih menurut saya. Di bawahnya terdapat sebuah taman yang banyak banget anak-anaknya. Ternyata ada sebuah organisasi yang memberi pelajaran gratis buat anak-anak disini. Cool!

Tiket masuk: USD 2.
SAM_1427SAM_1436

5. Royal Palace and Silver Pagoda
Haruslah kesini kalau ke Phnom Penh. Bangunannya bagus-bagus dan indah banget. Saya nggak terlalu tau banyak sih, tapi disini enak banget buat duduk dan menikmat keindahan bangunan-bangunan disini.

Tiket masuk: USD 6.5.
Photo 13. 1. 17. 오후 5 20 26

6. National Museum
I hate museums, hahah. Tapi bangunannya bagus, kok. Yang menarik adalah ada beberapa biksu yang ambil foto bareng bule. Malamnya, saya nonton Plae Pakaa, sebuah pertunjukan tari dan sangat-sangat recommended banget!

Tiket masuk museum: USD 3 + Plae Pakaa: USD 10.
SAM_1487SAM_1575

 

Terus terang saya kurang sreg dengan lele tuk-tuk saya. I think there is an obvious difference between being “pure kind” and being “kind because I want something from you.” Jadi teman-teman selalulah berpikir sebelum bilang iya ke lele tuk-tuk, ya. Sehari bersama tuk-tuk berakhir disini, tuk-tuk saya sih menawarkan untuk besok lagi, tapi saya tolak. Besoknya saya jalan-jalan sekitar guesthouse saya yang dekat dengan riverside!

SAM_1507 SAM_1523Photo 13. 1. 17. 오전 2 29 08SAM_1490

_lucky77_

Iklan

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s