Mencoba Menjadi Orang Lokal

48cec-img_0215Selama tinggal (padahal cuman 3 hari) di Ho Chi Minh City saya tinggal bersama dengan teman saya orang lokal Vietnam. Pas di bandara internasional Tan Son Nhat, saya ketemu dia, sebelumnya sih mondar-mandir nggak jelas nyariin dia, udah kayak ayam aja saya. Habisnya ada nyari telpon umum kagak dapat, ada sih tanda “Telephone” eh ternyata nggak ada apa-apa kecuali lubang colokan telpon. Mungkin kita harus membawa telepon dan kabel sendiri kali ya. Banyak banget sih yang jualan sim card disini, harganya VND 100,000 (VND 20,000 = USD 1) tapi ternyata di luar di jual cuman VND 35,000! Akhirnya sudah muak mondar-mandir, saya ke Burger King beli pepsi, sebenernya sih mau nanya ada wi-fi nggak, ternyata mas penjualnya bilang nggak ada, di tanya telepon umum dimana dijawab nggak ada dan disuruh beli sim card, hedeh maaass saya cuman 3 hari disini. Akhirnya saya SKSD lah sama orang lokal, minjam hape, eh masnya juga ndak punya pulsa, pas banget dah. Untungnya tiba-tiba ada yang negur dari belakang bawa kertas tulisan nama saya. Lega.

Teman saya ini nggak terlalu bisa berbahasa Inggris, bisa bahasa Jepang karena pernah tinggal disana, dan tentu saja berbahasa Vietnam. Saya bisa bahasa Inggris, bahasa Korea juga lumayan, bahasa Indonesia apalagi. Intinya kita nggak punya bahasa yang sama yang bisa di gunakan untuk komunikasi. Lah gimana bisa kenalan? Panjang lah ceritanya. Memang sih rada nggak nyaman kalo komunikasi susah, tapi saya sebenernya lumayan suka dengan situasi ini, lebih kerasa jadi turis gitu.

Tadinya saya pikir dia tinggalnya di daerah dekat Distrik 1 dimana tempat-tempat turis terkenal berada, ya istilahnya tempat dimana kamu bisa ngeliat gerombolan turis-turis. Waktu ngafe bareng dia, saya nanya ini distrik berapa, dia bilang Distrik 12. Pas ngecek di hape (kebetulan dapat wifi) omaigot, ternyata dari ujung ke ujung kalo mau ke Distrik 1! Untungnya dia punya motor, jadi kesana sih gampang aja sebenernya. Enaknya, semenjak di Distrik 12 ini sangat sangat jarang ada turis, jadi kesannya jauh lebih lokal. Saya sudah bilang kalo saya nggak mau makan di restoran fancy. Maunya di tempat orang lokal biasa makan.

Ada kesan tersendiri kalo makan makanan yang benar-benar orang lokal biasa makan. Menu di Saigon ini nggak jauh-jauh dari mie. Pho Viet, Hu Tiu Bo Kho, Bun Thit Nuong, Bun Rieu adalah beberapa jenis makanan yang saya coba dan semuanya adalah mie dalam berbagai bentuk. Ternyata warung lokal di Saigon ini sangat kotor, lho. Tissue berantakan di bawah meja. Pokoknya sangat merusak pemandangan lah, and menghilangkan selera makan. Saya sih nggak, tetep aja kayak babi makannya, hahah.

Waktu ke Cu Chi Tunnel yang terkenal di Saigon itu, saya dan teman saya mencoba untuk ngakalin petugas tiketnya nih. Don’t try this at home, ya. Ternyata berhasil, lho. Saya cuman bayar 2 dolar aja harga lokal. But eits, ternyata ada lagu satu entrance tempat kita ketemu guidenya. Ternyata mas-mas disana matanya jeli sekali. Tanpa ditanya, saya ketauan kalau orang asing, akhirnya saya balik lagi dan bayar 7 dolar. Dan inilah yang seharusnya saya lakukan.

Hal yang sama terjadi di Siem Reap, Kamboja. Waktu itu saya pengen nonton ladyboy show (ternyata ada lho semacam Tiffany Show di Thailand). Nah, teman saya yang orang lokal bilang kalau itu hanya 4 dolar saja. Ternyata teman saya nggak bilang ke saya kalau itu harga buat orang lokal. Dia pikir dia bisa ngelabuin tuh petugas tiket. Harga tiket buat orang asing itu 11 kali lipat, lho. 45 dolar! Mending saya nonton langsung di Thailand sana!

Di Bangkok saya coba naik bus yang cuman bayar 7 THB (kurang lebih 2,500 IDR). Lantainya terbuat dari kayu, sangat merakyatlah pokoknya. Tapi seru banget, untuk bus stop aja saya berulang kali ngecek map liat nomor perempatan. Lumayan kan dari pada naik tuk-tuk yang mahal kalau sendirian aja.

Pas di Malaysia? Hmm bahasa aja mirip, lokal banget daaah!

_lucky77_

Iklan

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s