Siram-siraman di Kamar Mandi Umum di Korea

ec9c4-img_0511Sebelum saya datang ke Korea, hal yang paling saya takuti waktu itu adalah apabila di asrama universitas harus mandi bareng sama para lelaki lainnya di kamar mandi umum sehingga kita bisa melihat “barang” sesama. Yah, maklumlah saya orang kampung di Indonesia, hal seperti itu rasanya masih “gimanaaaa” gitu.

Nah, waktu saya pertama kali datang ke Korea saya belajar bahasa Korea di salah satu universitas punya negara namanya Chungnam di kota Daejeon. Kebetulan daerah universitas saya ini terkenal sekali dengan Jjimjilbang-nya. Jjimjilbang (찜질방) ini ada lah kamar mandi umum yang didalamnya juga terdapat fasilitas lainnya seperti kolam air panas, sauna, restoran, alat pijat, dan common room dimana orang-orang bisa bertemu dan ngobrol, pastinya setelah mengenakan baju tidur yang di sediakan oleh jjimjilbang tersebut. Perlu diketahui bahwa waktu mandi di kamar mandi umum ini, adalah hal yang wajib untuk bertelanjang bulat sebulat bulatnya. Tapi tenang, cewek dan cowok kamar mandinya di pisahin kok (entah ini kabar baik atau kabar buruk, heheh). Nah, biasanya jjimjilbang ini adalah salah satu tempat buat reconnect bareng teman atau keluarga. Tidak hanya itu, fungsi lain jjimjilbang ini adalah sebagai tempat tidur. Harganya jauh lebih murah daripada hotel, plus ada tempat relaks dan banyak fasilitas lain yang menarik (bahkan ada jjimjilbang yang punya mini bioskop didalamnya!). Tapi, karena harganya yang sangat terjangkau inilah, tidurnya sangat tidak nyaman. Cuman dapat matras tipis plus bantal keras, pagi-pagi bangun pasti pegel-pegel.

Untungnya, asrama saya punya kamar yang kamar mandinya didalam, jadi saya tidak punya pengalaman bermandi ria bareng lelaki lain di asrama. Tetapi beberapa minggu setelah kedatangan saya, saya bertemu dengan anak-anak exchange student yang kuliah satu semester di universitas tempat saya belajar bahasa Korea. Nah, karena emang penasaran, disinilah saya pertama kalinya pergi dengan 3 orang exchange students ke jjimjilbang! 2 orang dari Indonesia dan satu orang dari Jepang. Si Jepang ini sudah punya pengalaman bertelanjang ria di kamar mandi umum, secara di Jepang hal ini sudah menjadi hal yang lumrah.

Jjimjilbang yang kita kunjungi hanya berjarak 10 menit jalan kaki dari universitas kita dan terletak di ground floor. Habis bayar, kita di beri gelang yang ada kuncinya buat buka loker tempat kita taruh baju. Berupa gelang supaya waktu telanjang, kuncinya bisa kita pakai dan nggak hilang. Waktu masuk buat lepas baju dan masukin ke loker, disinilah super culture shock itu dimulai. Pertama kali buka pintu untuk keruangan loker, hal pertama yang saya dan teman-teman saya liat adalah seorang lelaki umur 40an dengan perut yang nonjol duduk dilantai dengan kaki diangkat satu dan sedang makan telur, oh yeah, dan dia telanjang! Si Jepang sih santai aja, tapi saya dan satu teman Indonesia sangat shock dan kita saling tatap menatap selama beberapa detik. Pas sudah nyadar, barulah kita masuk buat telanjang dan nyebur ke air panas. Memang sih pertama kali sangat nggak nyaman ngeliat “batang” dimana-mana, walaupun sebenernya kita tidak punya intensi buat ngeliat, tapi tetep aja keliatan! Tetapi lama kelamaan juga bakal konsen ke diri sendiri dan enjoy nikmatnya kolam air panas dan sauna.

Nggak semua pengalaman jjimjilbang itu menyenangkan. Di Korea, beberapa orang masih punya prejudice terhadap orang asing dari negara-negara asia terutama asia tenggara. Waktu saya mau pergi ke satu pulang di daerah timur peninsula Korea yang bernama pulau Ulleung, saya harus menginap di hotel di kota tempat pelabuhan feri yang pergi ke pulau tersebut di pagi hari. Perjalanan ke kota itu sendiri sudah 5-6 jam dari kota Seoul. Dan kebetulah di hotel ini terdapat kamar mandi umum yang mempunyai sauna dan kolam air panas. Karena perjalanan yang jauh, pergilah saya bersama teman saya dari Timor Timur kesitu buat sedikit ngerelaksin otot-otot (padahal kerjaannya cuman duduk di bus). Nah, peraturannya adalah kita harus shower dulu sebelum masuk ke kolam air panas. Karena sudah beberapa kali ke jjimjilbang, kita berdua tau pasti dong peraturan ini, dan kita memang selalu showeran dulu sebelum nyemplung ke kolam air panas itu. Enak-enaknya berendam di dalam kolam air panas, tiba-tiba datang seorang Ahjossi (pria berumur 50an)  yang terus-terusan siram air ke saya. Saya kaget dong, nih orang mau main air bareng saya tapi kok teriak-teriak marah-marah ke saya. Waktu itu kemampuan bahasa Korea saya masih loyo jadi nggak ngerti nih orang bilang apa. Malu lah saya disitu sudah telanjang terus dilempar-lempar air sama orang yang benar-benar stranger sambil nyerocos nggak jelas. Yaudah akhirnya dipanggil lah yang punya hotel. Ternyata oh ternyata tuh om om mikir bahwa kita sebagai orang asing nggak tau peraturan disitu kalau harus shower dulu baru masuk ke kolam air panas. Dia baru masuk dan langsung aja marah-marah ke saya. Parahnya lagi, walaupun sudah dijelasin sama teman saya yang dari Timor Timur kalau sebernernya kita sudah showeran, tuh ahjossi masih aja marah-marah sambil sesekali ngelempar saya dengan air. Lebih parah lagi nih, malah orang hotel itu minta maaf sama tuh ahjossi dan kasih servis tambahan, bukan ke saya. Akhirnya saya cabut dari tuh jjimjilbang, langsung ke kamar, dan pergi dari hotel itu pagi-pagi!

_lucky77_

Iklan

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s