Berkunjung ke Desa di Korea Selatan

Sebenarnya ini adalah program yang di tunda gara-gara banyak yang nggak bisa datang. Akhirnya tanggalnya diundur. Dan saya pikir pas banget, soalnya waktu itu rada stress sama kehidupan sekolah dan pergi ke desa adalah keputusan yang sangat bagus!

Di korea ada satu projek namanya Rural20 yang di buat oleh Kementrian Makanan, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Tujuan dari projek ini adalah memperkenalkan keindahan 20 desa di Korea Selatan yang dibagi kedalam 4 tema: Alam, Pengalaman, Tradisi, dan Kesehatan. Saya diundang oleh President Council for National Branding buat ikut di projek ini dengan pergi ke 2 desa.

Desa pertama adalah Desa Chansaem yang berlokasi di Daejeon. Jaraknya sekitar 2 jam dari ibu kota Seoul dengan menggunakan bus. Waktu pertama kali keluar dari bus, pemandangannya indah banget, bersih, dan segar. Terdapat pula panel solar energy yang besar banget. Memang salah satu unggulan Korea di bidang nature energy. Tema dari desa ini adalah kesehatan, jadi disini kita banyak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan makanan sehat langsung dari alam.

Aktifitas pertama adalah masak buat makan siang dan menu hari itu adalah: Bibimbap! Bibimbap ini adalah makanan khas Korea berisi nasi, sayur mayur, daging, dan telur  yang kemudian di aduk hingga tercampur semua. Sebenarnya saya pikir nggak terlalu susah bikin bibimbap, wong tinggal campur campur doang. Tetapi ternyata banyak hal yang harus dilakukan sebelum mencampur-campur. Seperti melumuri sayurannya terlebih dahulu dengan bumbu-bumbu tertentu.
be3e6-ec8388ed8fb4eb8d94-001

Setelah makan bibimbap buatan kita sendiri, kita lanjut naik gunung buat panen kentang manis. Ternyata ada beberapa teknik buat memanen kentang ini dan kalau salah malah bisa merusak kentang tersebut. Puas dengan hasil panen kita, kita turun ke bawah untuk mencoba menjadi petani beras. Setelah memetik beberapa tangkai, kita mencoba buat memisahkan butiran beras dari tangkainya menggunakan alat traditional.
8399d-ec8388ed8fb4eb8d941-001
Puas dengan semua makanan, kita lanjut ke pemberhentian selanjutnya yaitu pabrik pembuatan kertas Korea (한지/Hanji). Sebenarnya saya sudah pernah ke pabrik pembuatan kertas di Jeonju, sebuah kota kecil dekat Daejeon. Jadi, saya sebenarnya kurang begitu tertarik dengan tempat ini. Bedanya, disini saya punya kesempatan buat mencoba sendiri membuat kertas Korea. Kertas Korea ini kualitasnya bagus, lho. Bahan utamanya adalah kayu dari pohon Dok. Kertas Korea bisa di buat untuk beberapa macam kerajinan tangan.
29805-ec8388ed8fb4eb8d942-001
Setelah program membuat kertas usai, kita seharusnya pergi ke desa selanjutnya untuk beristirahat. Tetapi ternyata, sudah ada beberapa orang dan makanan yang enak banget menunggu kita di desa tersebut!
Nama desanya adalah Desa Dueokhaengbokdeurim yang letaknya di kota Wanju yang letaknya mungkin sekitar 1 jam setengah dari desa sebelumnya. Tema dari desa ini adalah Tradisi. Oleh karena itu ketika datang kesitu, kita sudah di hidangkan dengan makanan minuman tradisional dan juga penampilan tarian dan musik tradisional Korea.
0348b-ec8388ed8fb4eb8d944-001
Minuman di gambar diatas adalah Makkoli. Makkoli adalah minuman beralkohol khas korea yang terbuat dari beras. Rasanya seperti air tape, tapi lebih kuat. Orang Korea minum bersama teman-teman mereka untuk memperkuat tali persahabatan mereka.
ec9e7-ec8388ed8fb4eb8d945-001
Hari kedua kita banyak melakukan aktifitas-aktifitas tradisional yang seru. Seperti membuat kalung yang matanya kita gambar dengan keinginan kita. Kemudian kita ke puncak gunung untuk berdoa agar keinginan kita terkabul. Kita juga belajar membuat rice cake dengan memukul adonan menggunakan alat tradisional. Lalu kita bermain permainan tradisional Korea seperti memasukkan tongkat ke dalam basket. Bahkan, kita membuat sendiri salah satu alat permainan tradisional Korea bernama Jaegichagi.
668f3-ec8388ed8fb4eb8d946-001
2 hari 1 malam yang begitu mengesankan. Stresspun berkurang dan badanpun segar. Saya mau ke desa yang lain lagi. Saya pikir projek ini sangat bagus dan harus terus berkembang. Mungkin nggak hanya 20, mungkin harus diterapkan di semua desa yang ada di Korea. Nggak hanya tempat dan perjalanannya saja yang mengesankan, tetapi bertemu dengan orang-orang lain dari berbagai negara pun begitu menyenangkan. Mereka sangat seru dan terasa seperti kenal sudah lama. Wah, pokoknya perjalanan yang satu ini one of the best lah!
06244-sam_0232
Pengen tau lebih jauh soal projek rural20 ini? visit aja: http://www.rural20.kr/en/

_lucky77_

Iklan

4 pemikiran pada “Berkunjung ke Desa di Korea Selatan

  1. Sip 🙂 btw kalian ELF ya? gw satu univ sama Siwon, tapi nggak pernah ketemu sih. Pas dia lulusan, dia datang ke univ tapi bareng ama bodyguard dia hahah so nggak bisa ambil foto deh :)Moga2 kesampaian ke koreanya ya! Follow terus.

Tulis balasan kamu ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s